Postingan

Aber

MEMBACA BANDUNG, MENUNTUN GERAKAN: Literasi sebagai Nafas Awal Kepemimpinan PD Hima Persis Kota Bandung

PENDAHULUAN Siklus pergantian kepemimpinan dalam sebuah organisasi kemahasiswaan sering kali terjebak dalam ruang formalitas yang profan. Pelantikan lazimnya hanya dimaknai sebagai ritual seremonial penggugur kewajiban administrative, sebuah peristiwa panggung untuk melanggengkan kontinuitas struktural semata. Namun, ketika Pimpinan Daerah Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (PD Hima Persis) Kota Bandung secara sadar memilih Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disarpus) Kota Bandung sebagai arena pelantikan, seremoni tersebut bertransformasi menjadi sebuah statement ideologis. Pemilihan ruang ini bukan sekadar pilihan logistik atas pertimbangan fasilitas tempat, melainkan sebuah tindakan simetris yang menyatukan ruang fisik, memori sejarah, dan paradigma gerakan. Secara filosofis, ruang tidak pernah bersifat netral; ruang senantiasa melahirkan dan mentransmisikan makna. Dengan melangsungkan pelantikan di Disarpus, sebuah institusi yang menjadi benteng kearsipan sekaligus episentrum litera...

Gerakan Tauhid Sosial, Nilai Aksiologi Laa Ilaaha Illallah

Di tengah dunia yang dipenuhi sekat dan persaingan, umat Islam dipanggil kembali untuk menafsirkan ulang makna terdalam dari kalimat Laa ilaaha illallah . Kalimat ini bukan hanya pernyataan teologis tentang keesaan Tuhan, melainkan juga deklarasi moral dan sosial yang menuntut manusia untuk hidup dalam kesatuan kasih. Tauhid bukan hanya keyakinan di dalam dada, tetapi juga harus hidup dalam relasi kemanusiaan. Di sanalah lahir apa yang dapat disebut sebagai gerakan tauhid social , sebuah kesadaran bahwa persaudaraan sesama Muslim merupakan manifestasi hidup dari kalimat tauhid itu sendiri. Ketika seseorang mengucapkan Laa ilaaha illallah , ia sejatinya sedang menolak segala bentuk egoisme, kezaliman, dan perpecahan yang bertentangan dengan keesaan Tuhan. Kalimat itu tidak berhenti di langit, tetapi turun ke bumi dalam bentuk kasih sayang, solidaritas, dan kepedulian. Seorang Muslim tidak bisa mengaku mentauhidkan Allah sementara hatinya masih membenci saudaranya. Maka, dalam pandang...

Representasi Identitas Pelajar Persis dalam Hymne Rijalul Ghad – Ummahatul Ghad

  Representasi Identitas Pelajar Persis dalam Hymne Rijalul Ghad – Ummahatul Ghad [1] Oleh: Thaifur Rayya Difadrana [2] Pendahuluan Organisasi pelajar Persatuan Islam (Persis) memiliki struktur kelembagaan yang khas dan sarat makna, sebagaimana tercermin dalam penamaannya: Rijālul Ghad untuk pelajar putra dan Ummahātul Ghad untuk pelajar putri [3] . Penamaan ini bukan semata nomenklatur simbolik, melainkan cerminan dari visi dan orientasi keilmuan yang diusung oleh organisasi tersebut. Dalam konteks keorganisasian kepelajaran, keberadaan Rijālul Ghad dan Ummahātul Ghad (selanjutnya disebut RGUG) merepresentasikan upaya pembinaan kader pelajar yang mengintegrasikan dimensi spiritual, intelektual, dan sosial. RGUG berperan sebagai wadah pembinaan nilai dan pengembangan minat bakat santri dalam bingkai Al-Quran dan As-Sunnah yang berhaluan ideologis khas Persis. RGUG didirikan pada tahun 1943 sebagai respons terhadap kebutuhan akan penguatan identitas pelajar yang tidak ha...