Gerakan Tauhid Sosial, Nilai Aksiologi Laa Ilaaha Illallah
Di tengah dunia yang dipenuhi sekat dan persaingan, umat Islam dipanggil kembali untuk menafsirkan ulang makna terdalam dari kalimat Laa ilaaha illallah . Kalimat ini bukan hanya pernyataan teologis tentang keesaan Tuhan, melainkan juga deklarasi moral dan sosial yang menuntut manusia untuk hidup dalam kesatuan kasih. Tauhid bukan hanya keyakinan di dalam dada, tetapi juga harus hidup dalam relasi kemanusiaan. Di sanalah lahir apa yang dapat disebut sebagai gerakan tauhid social , sebuah kesadaran bahwa persaudaraan sesama Muslim merupakan manifestasi hidup dari kalimat tauhid itu sendiri. Ketika seseorang mengucapkan Laa ilaaha illallah , ia sejatinya sedang menolak segala bentuk egoisme, kezaliman, dan perpecahan yang bertentangan dengan keesaan Tuhan. Kalimat itu tidak berhenti di langit, tetapi turun ke bumi dalam bentuk kasih sayang, solidaritas, dan kepedulian. Seorang Muslim tidak bisa mengaku mentauhidkan Allah sementara hatinya masih membenci saudaranya. Maka, dalam pandang...